Tampilkan postingan dengan label Knowledge Management. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Knowledge Management. Tampilkan semua postingan

Kamis, 21 Juli 2011

Kumpulan Management Proyek


1.       Jelaskan faktor yang menyebabkan proyek gagal?
·         Persyaratan tidak lengkap : faktor penyebab karena kurangnya user input
·         Kurangnya keterlibatan pengguna :  disebabkan karena persyaratan yang tidak lengkap . 
·         Kurangnya sumber daya : disebabkan karena adanya pengubahan spesifikasi dan persyaratan pada saat project sedang berjalan/ di kerjakan
·         Ekspetasi atau harapan yang tidak jelas : disebabkan dalam pengerjaan nya project tidak mendapatkan dukungan dari pelaksana project
·         Mengubah persyaratan dan spesifikasi : pengubahan yang biasanya dilakukan saat setengah dari proyek selesai dikerjakan sehingga menyebabkan proyek harus membutuhkan waktu yang lama.
·         Kurangnya perencanaan : proyek sebelum di kerjakan haru s memiliki perencanaan yang lengkap dari waktu, budget dan sumber daya pengerjaan proyek aga r proyek terselesaikan tepat waktu.
·         Kurangnya management IT : kurang nya sumber daya adalah satu kendala yang ada pada pengerjaan proyek, selain itu kerangka kerja yang tidak realistis tidak dapat menentukan sumber daya yang tepat untuk pengerjaan proyek.
·         Tidak mengerti teknologi : perubahan teknologi yang jua memperngaruhi dari pengerjaan proyek sehingga menuntut untuk mempunyai orang yang lebih expert dalam bidangnya.

2.       jelaskan tentang Project Management Body of Knowledge (PMBOK)?
Adalah : kumpulan proses dan area pengetahuan secara umum diterima sebagai praktik terbaik dalam disiplin ilmu manajemen proyek. PMBOK diterbitkan oleh PMI (Project Management Institute). Area pengetahuan (knowledge area) dalam PMBOK adalah sebagai berikut :
·         Project Integration Management : yang berfokus pada pengembangan perencanaan, ekseskusi dan kontrol perubahan
·         Project Scope Management :  menyediakan jaminan bahwa proyek didefinisikan dengan akurat dan lengkap  dan semua akan selesai sesuai dengan rencana.
·         Project Time Management :  penting untuk mengembangkan, memantau, dan mengelolah jadwal project.


Kamis, 20 Januari 2011

Kasus RIM

 Description Case

RIM adalah pemimpin dunia di pasar komunikasi mobile. Didirikan pada 1984 oleh Mike Lazaridis 23 tahun mahasiswa Universitas Waterloo, RIM merancang, memproduksi, dan memasarkan produk BB yang baru saja mencapai 14jt pelanggan diseluruh dunia, dan pendapatan lebih dari $ 6 miliar. di awal tahun 2008, RIM adalah salah satu perusahaan canada terbesar dengan kapitalisasi pasar sebesar $69.4 million.

Kamis, 28 Oktober 2010

knowledge management RIM

Knowledge goal strategic
  1. Dengan adanya KM,menjadikan perusahaan menjadi yang terdepan dalam inovasi.
  2. Menjadikan perusahaan yang mampu mengembangkan produk sesuai kebutuhan masyarakat.
  3. Perusahaan meningkatkan penjualan produk(profit) dari tahun ke tahun.
  4. Perusahaan mampu merekrut pekerja berkualitas.
  5. Menjadikan perusahaan yang efesien & efektif dalam memproduksi produk.

Kamis, 14 Oktober 2010

Implementasi Integrated Knowledge Management dalam Menumbuhkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang Berdaya Saing Tinggi dan Sinergis dengan Perbankan

Ketika batasan-batasan perdagangan menjadi semakin tipis, maka dunia akan menjadi borderless world. Artinya, setiap negara bebas untuk memasarkan produknya ke negara lain. Dan satu-satunya cara untuk menjadi pemenang adalah dengan memiliki daya saing tinggi dan terus melakukan inovasi. Saat ini, salah satu cara populer agar UMKM dapat berdaya saing tinggi adalah dengan implementasi knowledge management (KM). Namun, karena karakter UMKM yang berbeda dengan korporasi, maka implementasi KM tidak seluruhnya sama. Untuk itu, tulisan ini menawarkan model integrated knowledge management, sebuah KM terintegrasi yang mampu memfasilitasi seluruh cluster UMKM di tiap propinsi di Indonesia dan mampu berkolaborasi dengan dunia perbankan dan institusi lainnya. Sehingga, target yang dihasilkan dapat tercapai. Yaitu, menjadi UMKM berdaya saing tinggi, tumbuh berkembang, dan kuat dengan bantuan akses permodalan dari perbankan.
Kata kunci: Integrated Knowledge Management, UMKM, Daya saing, Perbankan.
Pendahuluan
Pada tanggal 20 Agustus 2007 lalu, Kesepakatan Kemitraan Ekonomi (Economic Partnership Agreement/EPA) antara Indonesia dan Jepang resmi ditandatangani. Bagi Indonesia, momen ini bisa menjadi sebuah lompatan besar dalam meningkatkan daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di persaingan global. Karena, sesuai dengan isi EPA, UMKM akan memiliki akses yang lebih mudah untuk menembus pasar Jepang. Selain itu juga, Jepang berjanji untuk menyediakan capacity building berupa pelatihan dan pertukaran pengetahuan.
Seperti telah diketahui, untuk dapat menembus pasar Jepang bukanlah suatu hal yang mudah. Standar ketelitian dan kualitas produk menjadi hal yang paling utama dibanding faktor penentu lainnya. Jadi, bila UMKM berhasil menembus pasar Jepang, tentunya akan sangat mudah juga untuk masuk ke pasar negara lain. Untuk itu peningkatan daya saing harus menjadi perhatian utama semua pihak agar UMKM di Indonesia bisa tumbuh dan berkembang.
Memang, pada era globalisasi saat ini, daya saing menjadi sebuah senjata yang paling ampuh dalam memenangi pasar. Untuk bisa memiliki daya saing tinggi, banyak cara dilakukan para pelaku usaha. Mulai dari peningkatan kekuatan modal, menekan biaya produksi serendah mungkin, mengembangkan riset, sampai dengan yang baru-baru menjadi perhatian semua pihak yaitu meningkatkan modal pengetahuan atau knowledge capital.

Case Dell

Profile:
•Dell Computer Corporation didirikan pada tahun 1984 oleh Michael Dell.
•Dell Computer Corporation merupakan sebuah perusahaan yang memproduksi dan memasarkan perangkat keras komputer terutama untuk kebutuhan Personal ( Personal Computer/PC ). Dell juga menjual produk – produk lainnya yang berhubungan dengan komputer seperti server, alat penyimpanan data, switch jaringan dan kluster komputer untuk perusahaan.
•Dell bertempat di Round Rock, Texas dan sudah mempekerjakan lebih dari 82.700 karyawan di banyak Negara.

Visi and Misi:
Visi :
•Melalui komunitas partnership (persekutuan) yang efektif dan strategis, Dell membantu program pelayanan pendidikan yang menempatkan akses teknologi yang paling kritis dan dasar yang diperlukan oleh komunitas Dell sebagai prasyarat untuk sukses di dunia digital. Hal ini adalah cara kami dalam melakukan bisnis, hal ini juga merupakan cara kami berinteraksi dengan komunitas kami,. Hal ini merupakan cara kami mengartikan dunia disekitar kami — kebutuhan pelanggan, masa depan teknologi, dan iklim bisnis global. Apapun perubahan yang terjadi di masa depan akan membawa visi kami – visi Dell – akan menjadi kekuatan pembimbing kami.


Misi :
• Misi Dell Computer adalah menjadi perusahaan komputer yang paling berhasil di dunia dalam hal memberikan pengalaman terbaik bagi pelanggan di pasar yang kami layani. Dalam melakukan hal tersebut, Dell berusaha memenuhi harapan terbaik para pelanggan terhadap mutu terbaik, teknologi unggul, penentuan harga yang kompetitif, tanggung jawab perorangan dan perusahaan, pelayanan dan dukungan terbaik; kemampuan penyesuaian yang luwes, kewargaan korporat yang baik, dan kestabilan finansial

Untuk lebih lengkapnya dapat di download dibawah ini:

Nissan U Turn 1999 – 2001

Perusahaan skala besar sekelas Nissan juga dapat mengalami masalah sulit berkaitan dengan skala ekonominya dalam bersaing dengan kompetitor. Sejak tahun 1998, Nissan mengidentifikasi banyak kerugian yang dialami dalam operasi perusahaan. Penyebabnya adalah inefisiensi, terlalu banyak sumberdaya yang dialokasikan untuk produksi dan pemasaran. Nissan kemudian meminta Ghosn untuk melakukan restrukturisasi pada pabrik Nissan dalam rangka efisiensi. Ghosn setuju, dan dalam menjalankan tugasnya banyak keputusan-keputusan tidak populer yang dibuatnya. Tentu ini menuntut penyesuaian dari seluruh komponen perusahaan yang terlibat. Perubahan yang dilakukan Ghosn antara lain: pengurangan jumlah tenaga kerja, meningkatkan rasa memiliki dan tanggung jawab karyawan, mengaktifkan team work, menumbuhkan kesadaran bahwa burning platform dan reengenering merupakan suatu kewajaran, penghematan, standarisasi keuangan internasional. Tantangan terbesar bagi Gohsn adalah mengubah mindset dari anggota perusahannya. Hasilnya sangat menakjubkan bagi Nissan. Nissan berhasil mengatasi krisis, tetapi bagaimana kelanjutannya?
Dalam kasus terlihat dengan jelas bahwa manajemen terhadap aspek-aspek ekonomi perusahaan menyangkut pengambilan keputusan oleh manajer untuk membuat perusahaan tetap bergerak dalam koridor untuk menuju pada tujuannya. Keputusan yang dibuat oleh manajer bukan suatu langkah mudah. Pembuatan keputusan dapat dilakukan dengan cara intuitif maupun berdasarkan pada pengalaman emprik. Pada kasus, hampir tidak ada manajer yang membuat keputusan murni dengan salah satu cara tersebut. Semuanya memadukan antara intuisi yang dimiliki dengan pengalaman-pengalaman mereka secara empirik terkait dengan bidang tugasnya. Walaupun demikian, asumsi-asumsi yang ditetapkan bisa saja tidak merupakan suatu kewajaran. Asumsi tersebut berlaku dan dianggap tepat sesuai dengan kondisi perusahaan atau lingkungan yang dipimpinnya.
Keputusan yang dibuat para manajer boleh saja tidak populer, tetapi dapat juga mengikui pola-pola umum. Untuk mendapatkan kompetensi utama dari perusahaan, kadang kala manajer membuat keputusan-keputusan yang tidak populer. Keputusan tersebut bisa saja berseberangan dengan budaya kerja perusahaan. Tidak menjadi masalah, di sinilah letak tantangan terbesar manajer untuk dapat menghasilkan budaya organisasi yang baru. Dalam manajemen proses ini dikenal dengan banyak istilah, seperti business process reenginering atau setting mindset, atau burning platfrom and renew one.
Hasil dari keputusan baru dapat ditentukan setelah dijalankan. Manajer yang baik tentunya memiliki komitemen untuk menjalankan keputusan sampai pada saat hasil dari keputusan dievaluasi. Bisa saja keputusan tersebut gagal. Kegagalan dapat menjadi sebuah pengalaman yang berati untuk memikirkan langkah dan strategi baru. Pada hampir semua kasus, ide-ide cemerlang justru timbul ketika perusahaan mengalami kesulitan dan masalah. Di sinilah letak pentingnya sensitifitas bisnis, komunikasi, knowledge management, dan teamwork. Komponen-komponen tersebut terbukti dapat menjawab pelaksanaan keputusan yang telah dibuat oleh manajer.
Manajer dalam menjalankan perusahaan harus siap menghadapi risiko. Oleh sebab itu, selain membuat keputusan manajerial dalam bidang operasional perlu juga dilakukan manajemen risiko terhadap operasional dan keputusan yang telah dibuat. Perkembangan dan operasi perusahaan pada dasarnya harus menjalani siklus bisnis. Sampai pada saatnya, perusahaan mungkin akan berada di bawah, tetapi dengan keputusan yang tepat perusahaan harus mampu bangkit kembali mungkin dengan perubahan pada platform ataupun kebijakan yang diterapkan.
Masa depan tidak dapat diprediksi dengan tepat oleh proses pengambilan keputusan dengan teknik secanggih apapun juga. Yang mungkin dilakukan oleh para manajer profesional adalah mengantisipasi dengan penerapan manajemen yang tepat. Berbagai teknik dan metode manajemen modern tetap menekankan bahwa perusahaan harus berani mengambil risiko dan menanggung risiko, tetapi dengan memperhatikan usaha untuk memperkecil risiko dan impac dari beragam risiko tersebut.
Seberapa hebatnya manajer yang menjalankan tugas tidak akan berarti apa-apa tanpa dukungan dari para pekerja di dalam perusahaan. Manajer berfungsi mengarahkan, mengendalikan, mengawasi, dan melakukan evaluasi terhadap rencana-rencana yang telah ditetapkan. Operasi tetap kembali kepada para karyawan dan unit kerja. Rasa memiliki perusahaan, karisma, dan kepemimpinan sangat penting bagi para manajer untuk dapat membuat programnya dapat berjalan dan dilaksanakan dengan baik oleh para karyawan. Hasil akhirnya tentu saja perusahaan mendapatkan tujuannya: profit dan satisfaction bagi karyawan serta customer satsfaction and customer loyality.

Sumber:
<!– /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:”"; margin:0in; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;} @page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; mso-header-margin:.5in; mso-footer-margin:.5in; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} –> INSEAD, Nissan’s U-Turn: Condenses Version of Redesigning Nissan

Knowledge Management in Pursuit of Performace: Insights from Nortel Networks

Pada sekitar tahun 1994 hingga tahun 2000, Nortel berubah haluan cara produksi barang dari yang berbasis pada perkembangan teknologi ke basis pelanggan – lebih mengutamakan kebutuhan pelanggan. Pada tahun 2000, Nortel mengalami keuntungan yang besar dibandingkan pesaing-pesaing lainnya. Keuntungan tersebut dikarenakan perubahan besar di Nortel yang mendesain ulang produknya (new product development). Ketika mendesain ulang produknya, Nortel menggunakan pendekatan metode knowledgeintensive work yang berbasiskan pada pengetahuan karyawan.
Fokus utama dari makalah ini adalah mempelajari cara Nortel untuk me-reengineer frontend New Product Development dan mempelajari knowledge management yang digunakan oleh Nortel. Tujuan dari makalah ini adalah memberikan suatu petunjuk bagaimana membangun suatu model knowledge management yang sukses. Salah satu yang melatarbelakangi perkembangan Nortel adalah ketika tahun 1980 hingga
1990an, terjadi peningkatan kompetisi industri dibidang telekomunikasi. Industri pada saat itu antara lain adalah AT&T, MCI, RBOC, dan pelbagai ISP. Industri tersebut berkompetisi dalam berbagai hal, seperti teknologi, harga, dan layanan. Alasan peningkatan tersebut ternyata dimotori oleh perkembangan teknologi telekomunikasi yang pada saat itu perusahaan terbesarnya adalah Nortel Networks. Nortel sangat mempunyai perkembangan inovasi teknologi yang baik dan bagus sehingga kemampuan telekomunikasi semakin bagus namun harga semakin murah.
Meskipun pada awal tahun 1994 new development product dianggap terlalu riskan oleh dua orang eksekutif Nortel, namun hal tersebut tetap dilaksanakan hingga pada tahun 2000, Nortel memimpin industri telekomunikasi. Strategi yang dilakukan Nortel adalah new development product dibangun berdasarkan process-oriented knowledge management, mempertimbangkan faktor internal – seperti kemampuan perusahaan dalam mengembangkan produk dengan model baru – dan eksternal – memperhatikan kebutuhan konsumen dan mempertimbangkan kemampuan pesaing, proses mendesain ulang new development product dikenal dengan nama Galileo sedangkan alat knowledge management yang digunakan dikenal dengan nama Virtual Mentor. Tujuan dari proses
Galileo di Virtual Mentor adalah melakukan efisiensi dalam pengungkitan aset pengetahuan multidisiplin, meningkatkan new development product decision-making process, menfasilitasi pembelajaran dan pertukaran pengetahuan. Inti dari proses Galileo adalah membuat jalur atau link yang menyatukan pengetahuan untuk tujuan bisnis. Pertanyaan pada kasus Nortel ada dua, yaitu bagaimana sistematik dan tripartied focus –
proses, manusia, dan teknologi – menjadikan perencanaan dan adopsi dari solusi knowledge management sehingga tujuan bisnis perusahaan tercapai dan faktor yang mempengaruhi inisiatif sukses knowledge management untuk meningkatkan proses bisnis.

Kesimpulan:
Kesimpulan dari makalah ini adalah menunjukkan bahwa knowledge management merupakan topik yang dikenal sejak tahun 1990 dan knowledge management menganggap pengetahuan sebagai aset yang sangat berharga. Inti dari penerapan knowledge management adalah pertanyaan “pengetahuan apa yang perlu di-manage dan untuk tujuan
meningkatkan apa?”. Dan pernyataan dari penulis bahwa Nortel telah berhasil untuk merencanakan dan mengimplementasikan solusi yang sesuai.


sumber : 
http://kambing.ui.ac.id/bebas/v06/Kuliah/Seminar-MIS/2004/66/66_11_MISQ-26-03-2002-Anne_Mitzi_Tony.pdf

PENGARUH KNOWLEDGE MANAGEMENT TERHADAP KINERJA KARYAWAN: STUDI KASUS DEPARTEMEN FRONT OFFICE SURABAYA PLAZA HOTEL



Hotel sebagai salah satu industri jasa yang menyediakan jasa penginapan mengalami perkembangan yang sangat pesat, sehingga timbul banyak persaingan dalam industri ini. Di masa krisis yang melanda seperti saat ini, banyak pihak yang menyadari adanya tuntutan untuk memiliki kemampuan
dalam membuat rencana pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas.

Dalam upaya pengembangan ini, pihak manajemen khususnya di bidang jasa seperti hotel dapat melakukan perbaikan ke dalam, yaitu dengan melakukan performance appraisal. Menurut pendapat Rivai (2005) evaluasi kinerja (performance evaluation) yang dikenal juga dengan istilah penilaian kerja
(performance appraisal), performance rating, performance assessment, employee evaluation, merit,rating, efficiency rating, service rating, pada dasarnya merupakan proses yang digunakan perusahaan untuk mengevaluasi job performance. Jika dikerjakan dengan benar, hal ini akan memberikan manfaat yang penting bagi karyawan, departemen sumber daya manusia, maupun bagi hotel itu sendiri. Lebih lanjut kinerja karyawan akan mencapai hasil yang lebih maksimal apabila didukung dengan knowledge yang dimiliki. Setiap karyawan diharapkan dapat terus menggali pengetahuannya dan tidak
hanya bergantung atau terpaku pada sistem yang ada. Sehingga dapat dikatakan bahwa setiap karyawan mempunyai peran di dalam meningkatkan perusahaannya. Menyadari adanya fenomena tersebut maka Surabaya Plaza Hotel melakukan suatu gebrakan dengan menerapkan knowledge management (KM) pada karyawannya. Berdasarkan penuturan Anshori (2004) selaku General Manager SPH, knowledge management yang diterapkan pada Surabaya Plaza
Hotel terbagi menjadi 2 yaitu, tacit knowledge dan explicit knowledge. Yang pertama adalah pengetahuan individu yang didapat dari pengalaman keseharian, yang sulit diduplikasikan dan diajarkan kepada orang lain dimana penulis mengkategorikan dalam bentuk pengetahuan individu atau personal knowledge. Yang kedua, pengetahuan yang bisa ditransformasikan antar individu sehingga lebih mudah dideskripsikan ke dalam dokumen, praktik, pelatihan dan lain-lain dimana penulis mengkategorikan
dalam bentuk job procedure, dan technology. Pada akhirnya suatu sistem manajemen baru seperti knowledge management tentunya membutuhkan
proses yang cukup lama untuk penyesuaiannya, sehingga dibutuhkan metode-metode yang kooperatif agar dapat membantu kelancaran sistem tersebut. Surabaya Plaza Hotel sendiri telah menjalankan sistem ini sejak pertengahan juni 2002 lalu, walaupun ada hambatan dan kesulitan yang dihadapi
namun pasti ada hasil yang telah diraih oleh pihak manajemen sendiri.


Kesimpulan
1. Pihak hotel seharusnya secara berkesinmabungan mengadakan peningkatan kualitas SDM dengan training dan bimbingan teknis agar tercipta SDM yang memiliki skill yg lebih.
2. Pemberian reward and punishment terhadap karyawan hotel sehingga meningkatkan dedikasi mereka terhadap perusahaan.


sumber :
http://elmurobbie.files.wordpress.com/2009/02/pengaruh-knowledge-management-terhadap-kinerja.pdf

Selasa, 12 Oktober 2010

Pert 7 - 8


1. Apa yang dimaksud dengan knowledge?
Knowledge didefinisikan dalam kamus oxford sebagai keahlian, dan kemampuan yang didapatkan oleh seseorang melalui penglaman ataupun pendidikan, baik teori maupun praktik dari suatu subyek pembelajaran. Knowledge menurut buku “Managing Knowledge–Gilbert Probst, Steffen Raub, Kai Romhardt” hal. 24 adalah seluruh badan dari pengertian/kesadaran dan kemampuan dimana tiap individu gunakan untuk memecahkan masalah. Termasuk juga didalamnya teori dan praktik.

2. Sebutkan hambatan/barrier pada transfer knowledge?
  • Hambatan dalam transfer knowledge menurut buku “Managing Knowlede–Gilbert Probst, Steffen Raub, Kai Romhardt” hal. 192 adalah hambatan individu dan hambatan kebudayaan.
  • Keterbatasan waktu dalam transfer Knowledge yang tidak memungkinkan transfer knowledge secara utuh
  • Perbedaan kemampuan tiap individu dalam penyerapan Knowledge
  • Sarana yang terbatas
  • Akses sumber knowledge terbatas.
  • Kurangnya kepercayaan
  • Perbedaan kebudayaan, kosa kata, dan referensi.
  • Pengahargaan dan status perginya ke pemilik knowledge.
  • Tidak adanya toleransi untuk kesalahan atau kebutuhan akan pertolongan
3.Fungsi dari tool Netmeeting
 sebagai alat komunikasi yang terdapat pada komputer untuk berkomunikasi dengan orang lain secara online yang terhubung dengan menggunakan IP address dari setiap pengguna komputer. Tools ini dapat juga disebut dengan komunikasi chatting untuk berdiskusi secara online.

4. Apa yang dimaksud dengan corporate memory?
Corporate memory adalah badan total dari data, informasi, dan Knowledge (ilmu pengetahuan) yang dibutuhkan untuk mengantar sasaran strategis dan tujuan dari suatu perusahaan. Selain itu corporate memory merupakan sebuah representasi secara nyata, jelas, dan tegas dari   knowledge dan informasi dalam sebuah organisasi

5.Competitive advantage
   sebuah teori yang mencari alamat beberapa comparative advantage yang kritis.
  Competitive advantage terjadi ketika sebuah organisasi membutuhkan atau membangun sebuah    atribut atau kombinasi dari atribut yang mengijinkan untuk mengungguli pesaingnya. Atribut ini  dapat memasukkan akses untuk sumber-sumber natural.Ketika sebuah perusahaan mempertahankan keuntungan yang melebihi rata-rata dari industrinya, perusahaan menyatakan prosess sebuah competitive advantage di atas pesaingnya. Tujuan utama dari kebanyakan strategi bisnis untuk mencapai sebuah pertahanan competitive advantage.
2 tipe dasar competitive advantage yaitu :
·         cost advantage
·         differentation advantage
Competitive advantage ada ketika perusahaan mampu untuk menerima keuntungan yang sama seperti terhadap pesaing (competitors) tapi dengan biaya yang rendah (cost advantage), atau menerima keuntungan yang melebihi produk bersaing (differentation advantage). Selain itu, competitive advantage memampukan posisi perusahaan untuk menciptakan nilai superior untuk keuntungan customernya dan untuk dirinya sendiri

Senin, 11 Oktober 2010

Membuat Blueprint Sistem Knowledge Management


Dalam tahapan pembuatan blueprint Knowledge Management System ini, kegiatan-kegiatan yang dilakukan meliputi membuat rancangan Knowledge Management System secara keseluruhan yang akan diimplementasikan. Rancangan ini meliputi dari hardware, software, jaringan, dan design dari data. Komponen-komponen penting yang perlu ada dalam sebuah arsitektur Knowledge ManagementSystem menurut Tiwana (Tiwana, 1999) meliputi:
1.  Repositories.
Pusat penyimpanan data dari Knowledge Management System, dimana seluruh knowledge dari perusahaan yang ingin disimpan, akan tersimpan dalam repositories ini.
2.  Collaborative Platform
Sarana-sarana dan fungsi-fungsi utama dari Knowledge Management System yang berguna bagi para pengguna Knowledge Management System, dan membantu para pengguna dalam menggunakan Knowledge Management System. Sarana-sarana tersebut diantaranya fasilitas pencarian, fasilitas pemberian rekomendasi, fasilitas penambahan knowledge baru, dan lain sebagainya.
3.  Network.
Sarana untuk pertukaran data dan komunikasi dalam Knowledge Management System. Melalui network inilah, pengguna dapat memiliki saluran untuk mengakses Knowledge Management System.
4.  Culture
Komponen dari Knowledge Management System yang digunakan untuk menarik para staff untuk menggunakan Knowledge Management System. Contoh komponen culture ini dapat berupa user interface yang baik, menarik, dan mudah digunakan oleh pengguna, sehingga pengguna tertarik menggunakan Knowledge Management System, serta tidak mengalami kesulitan dalam mengaksesnya. Selain itu, komponen culture ini dapat berupa membentuk Knowledge Management System ini sedemikian rupa sehingga menyesuaikan dengan culture yang ada di perusahaan, sehingga para pengguna tetap merasa nyaman dalam menggunakan Knowledge Management System ini. Selain dari sisi teknikal, komponen ini juga dapat berbentuk manajemen perubahan. Manajemen perubahan ini penting dilaksanakan untuk mengatasi resistensi dari para stakeholder Knowledge Management System.

Dari keempat komponen penting di atas, masing-masing komponen dipecah dan dikategorikan menjadi 7 layer arsitektur Knowledge Management. Oleh sebab itu, rancangan blueprint tersebut harus telah mencakup 7 layer dari arsitektur Knowledge Management, yaitu:

1. Interface layer
Layer dimana tampilan untuk user berada. Tampilan ini haruslah menarik, agar pengguna merasa tertarik untuk menggunakan KMS.
2. Access and authentication layer
Layer yang mengatur keamanan sistem KMS dan pengaturan hak akses ke dalam sistem KMS.
3.  Collaborative filtering and intelligence layer
Layer dimana terdapat fungsi-fungsi yang sangat membantu pengguna dalam menggunakan KMS, belajar pengetahuan baru melalui KMS, dan berkontribusi pengetahuan ke dalam KMS. Fungsi-fungsi tersebut contohnya fungsi pencarian, fungsi rekomendasi, filtering, dan lain-lain
4.  Application layer
Layer dimana aplikasi utama dari KMS berada.
5.  Transport layer
Layer yang mengatur komunikasi antara pengguna dan sistem KM.
6.  Middleware and legacy integration layer
Layer yang berfungsi sebagai jembatan untuk integrasi antara aplikasi yang telah ada dengan sistem KMS
7.      Repository layer
Layer yang merupakan inti dari KMS, karena di layer ini lah, setiap knowledge yang ada akan tersimpan disini.






sumber : 
http://albert.web.id/wp/2010/09/membuat-blueprint-sistem-knowledge-management/

Manajemen pengetahuan

Manajemen pengetahuan 
(Bahasa Inggris: knowledge management) adalah suatu rangkaian kegiatan yang digunakan oleh organisasi atau perusahaan untuk mengidentifikasi, menciptakan, menjelaskan, dan mendistribusikan pengetahuan untuk digunakan kembali, diketahui, dan dipelajari di dalam organisasi. Kegiatan ini biasanya terkait dengan objektif organisasi dan ditujukan untuk mencapai suatu hasil tertentu seperti pengetahuan bersama, peningkatan kinerja, keunggulan kompetitif, atau tingkat inovasi yang lebih tinggi.
Transfer pengetahuan (salah satu aspek dari manajemen pengetahuan) dalam berbagai bentuk, telah sejak lama dilakukan. Contohnya adalah melalui diskusi sepadan dalam kerja, magang, perpustakaan perusahaan, pelatihan profesional, dan program mentoring. Walaupun demikian sejak akhir abad ke-20, teknologi tambahan telah diterapkan untuk melakukan tugas ini, seperti basis pengetahuan, sistem pakar, dan repositori pengetahuan.

 sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Knowledge_management#Lihat_pula

Senin, 04 Oktober 2010

Pert-2A


Knowledge management pertemuan 2A

Essay: 
1.Mengapa level pengambil keputusan membutuhkan knowledge 
 Knowledge merupakan asset non-material, sebagai salah satu indikator penentuan “goodwill” selain customer relationship, company’s market reputation dan information technology
    2.  Pelajari mini case 1, mini case 2 dan mini case 3
    3.  buat summary dari setiap mini case (buat dalam point-point)
    Minicase 1:
    Keterbatasan sejarah 100 kasus merger industry (DaimlerChrysler) Yang menjadi permasalahan adalah:
    - Adanya perbedaan dalam memilih lokasi Stuttgart dan Detroit
    - Bentrok gaya manajemen di tingkat dewan (Jerman vs Amerika)
    - Cara penyajian laporan yang berbeda antara gaya Jerman dengan gaya Amerika
    Jadi, yang mendasari permasalahan dari kasus ini adalah terjadi perbedaan culture dari kedua belah pihak (Jerman maupun Amerika). Oleh karena itu, perlu menggunakan prosedur dan peraturan yang standard di dunia internasional yang tentunya sudah merupakan best practice.

    Mini case 2:
    • Penghuni kamar hotel juga marah karena saat semua sabun yang ada dikamarnya di ambil oleh pelayan ternyata sabun dial yang dibeli oleh penghuni ternyata diambil juga oleh pelayan.
    • Antara pelayan dan penghuni terjadi misscomunication, jadi seluruh lapisan harus mengetahui apa yang terjadi dengan custumer, lapisan paling bawah melaporkan masalah yang terjadi ke level yang lebih tinggi, sehingga setiap level mengetahui masalah yang terjadi dan dapat dicari solusi untuk masalah tersebut.
    • Manajemen hotel harus mencatat atau merecord data dan kebiasaan penghuni hotelnya, sehingga customer hotel mendapatkan perlakuan special. Dan pelayan harus mengetahui setiap record ataupun catatan atas penghuni hotel.

    c. Mini case 3:
     
    ·         Kasus Taco:
    - Taco merupakan perusahaan penghasil katup dan pompa
    - Taco juga memiliki pusat belajar yang menyediakan kesempatan belajar yang menggiurkan bagi para pekerja lebih 6 lusin jenis kursus 
    ·         Taco membuat alat sirkulasi, pompa pompa, pengalir panas, pengatur aliran udara, dan berbagai jenis alat lain yang digunakan dalam peralatan pemanas rumah dan AC untuk penggunaan komersial dan perumahan
    - Pada musim semi 1991 Taco mengalami penjualan yang merunun
    - Pilihan yang diambil Taco dalam mengambil keputusan adalah dengan bertaruh bahwa modal manusia bisa melakukan apa saja melebihi modal uang
    - Keberhasilan tergantung pada kemauan pekerja untuk menawarkan ide, nasihat, dan mempelajari tugas-tugas baru dengan begitu dapat diperoleh keuntungan dari modal manusia terlepas dari modal fisik
    Jadi, knowledge management yang baik dapat mempertahankan eksistensi dari suatu perusahaan di masa krisis, dengan cara memberikan pelatihan ataupun training yang dibutuhkan oleh perusahaan. Dengan adanya knowledge manajeman tersebut ,Taco kini dapat berkembang dan semakin maju.